Periksa Asam Urat juga Bisa Deteksi 3 Penyakit Ini

Ternyata, pemeriksaan asam urat juga bisa bantu deteksi beberapa penyakit ini, lho!

Asam urat bisa menyerang siapa saja –baik tua maupun muda. Itu sebabnya penting untuk melakukan pemeriksaan asam urat secara berkala. Nyatanya, dengan cek kadar urat, sebagai bonus pemeriksaan tersebut juga bisa membantu mendeteksi ada atau tidaknya penyakit lain dalam tubuh.

Dikatakan oleh dr. Atika dari KlikDokter, asam urat muncul saat tubuh memetabolisme purin, yaitu zat yang secara normal ada di tubuh manusia. Zat tersebut juga bisa didapat dari makanan tertentu seperti daging merah, jeroan, emping, makanan laut, dan lain masih banyak lagi.

“Normalnya, asam urat akan tersalur dalam darah dan dikeluarkan oleh ginjal melalui urine. Namun, jika kadarnya terlalu banyak, atau ketika ginjal hanya membuang sedikit asam urat, yang terjadi adalah asam urat menumpuk dalam darah,” kata dr. Atika menerangkan.

Pemeriksaan asam urat

Nah, dengan melakukan pemeriksaan asam urat secara berkala, bisa ditemukan adanya penyakit yang mendasari, yaitu:

1. Batu ginjal

Batu ginjal adalah kondisi terbentuknya kristal mineral di dalam saluran kemih.

“Padatan mineral ini dapat terjadi akibat gumpalan asam urat, bersifat keras seperti batu, dan mampu mengganggu aliran urine,” jelas dr. Atika. Gejala yang bisa timbul di antaranya:

  • Nyeri hebat di pinggang dan punggung, serta di bawah tulang iga
  • Nyeri pinggang terasa menjalar ke area perut bawah dan selangkangan
  • Nyeri pinggang dapat hilang sebentar, kemudian muncul lagi
  • Nyeri saat berkemih
  • Urine berwarna merah muda, merah, atau cokelat
  • Urine keruh dan berbau menyengat
  • Mual dan muntah saat nyeri muncul
  • Wajah pucat dan tangan terasa dingin

2. Radang sendi (artritis gout)

Artritis gout terjadi akibat penumpukan kristal asam urat pada sendi-sendi tubuh. Paling sering terjadi di sendi jari jempol kaki. Gejalanya adalah:

  • Nyeri hebat pada sendi. Sendi-sendi yang paling sering terkena adalah sendi besar, seperti sendi ibu jari, lutut, siku, dan pergelangan tangan. Sendi yang terlibat umumnya hanya satu sendi, tapi bisa juga terjadi pada beberapa sendi sekaligus.
  • Terdapat gejala penyerta seperti sendi membengkak, disertai kemerahan, serta terasa hangat saat diraba.
  • Jangkauan gerak sendi menjadi terbatas.
  • Tanpa pengobatan, nyeri bisa menyerang sendi-sendi lain. Keluhan juga akan semakin berat dari waktu ke waktu.

3. Penyakit kardiovaskular dan sindrom metabolik

“Menurut sebuah penelitian meta-analisis, lonjakan asam urat berkaitan dengan peningkatan kejadian penyakit arteri koroner dan kematian akibat penyakit tersebut. Studi epidemiologi lain juga menunjukkan bahwa kadar asam urat darah merupakan faktor risiko independen terhadap penyakit kardiovaskular seperti jantung dan stroke, terutama pada penderita hipertensi dan diabetes,” ungkap dr. Atika.

Selain itu, ada pula penelitian lain yang menunjukkan bahwa mereka yang kadar asam uratnya tinggi punya risiko 1,6 kali lebih tinggi untuk mengalami sindrom metabolik.

“Ini adalah sekumpulan kondisi yang terjadi bersamaan, terdiri dari hipertensi, peningkatan gula darah, kadar lemak berlebih di sekitar pinggang, serta level kolesterol dan trigliserida yang abnormal.”

Dengan melakukan pemeriksaan asam urat secara rutin, bisa dibilang Anda juga turut melakukan deteksi dini dari ketiga penyakit tersebut. Jadi, apalagi jika Anda penderita asam urat atau punya riwayat asam urat dalam keluarga, jangan malas untuk cek secara berkala, ya!

Sumber : Klikdokter.com

0 comments:

Posting Komentar